Suara ombak membangunkan kami dipagi hari yang sangat dingin, kami tidur beralaskan terpal beratap awan namun ada juga yang tidur dalam tenda. Api unggun sudah mulai padam, jangkrik pun sudah tidak bernyanyi lagi yang ada sekarang suara burung dan monyet saling mengejek satu sama lain.

Di ujung pulau Sumatra kami menghabiskan malam sambil memancing dan menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan yang belum dirusak manusia. Disini pula kami bisa merasakan kedamian yang jauh dari kebisingan suara mesin. Oh…. sunggguh indah malam itu saat purnama memancarkan cahaya dan dedaunan memantulkanya bagaikan gemerlap lampu.

Perjalanan menuju Lhok Mata Ie, kawasan Ujong Pancu, Aceh Besar menguras tenaga yang  tidak sedikit, perbukitan yang terjal membuat perjalanan terasa sangat-sangat berat ditambah lagi beban dipunggung. Setelah satu jam berjalan kaki dari kaki bukit kami baru sampai di lokasi yang juga merupakan ujung paling barat pulau Sumatra dan bisa dikatakan “zero point sumatra island“.

Disepanjang perjalanan kita bisa menikmati suasana hutan lebat dan padang ilalang (sabana) yang luas, namun ada juga hutan yang sudah dibabat untuk berkebun, namun tidak luas dan masih menggunakan alat tradisional.

Kami pergi delapan orang dan membangun 2 tenda satu besar dan 1 lagi kecil, tidak ada hambatan berarti dalam membangun tenda karena lokasinya memang sangat bagus untuk berkemah, terletak 10 meter dari bibir pantai dengan tanah yang landai dan pepohonan disekeliling.

Sumber air juga tersedia tidak jauh, berjalan sekitar 10-15 menit dengan tetap harus mendaki bukit ada mata air yang bisa digunakan walau tidak besar namun cukup bila anda ingin mandi apalagi untuk kebutuhan memasak.

Bebatuan pegunungan membuat kami tidak bisa berjalan jauh, lagian belum ada jalan setapak. Disana kebanyakan dikunjungi oleh orang-orang yang hobi memancing, ikan karang yang melimpah mungkin menjadi alasan bagi mereka. Saya sendiri tidak begitu suka dengan memancing, jadi hanya menhabiskan waktu untuk menikmati alamnya dan dimalam hari tertidur dari jam 10 malam dan bangun jam 3 pagi untuk giliran jaga, akibat kelelahan mendaki bukit terjal, ketahuan enggak pernah olahraga nie, hahaha.

Pagi hari kami menikmati bersihnya air laut yang membiru itu dengan mandi sambil bercanda dengan teman-teman. Namun mulai jam 8 pagi sudah ada kelompok pemancing yang datang dan beberapa orang lainnya termasuk orang asing (bule) yang sudah beeada
dilokasi. Kami cukupkan mandi dan saatnya menikamti kopi dan sarapan ala gunung seadanya.

Jam 10 kami berkemas dengan membongkar tenda serta membereskan semua perlengkapan yang dibawa namun kami tidak lupa untuk mengutip dan membakar semua sampah yang kami hasilkan sebagai bentuk kecintaan kami akan tempat ini yang perlu dijaga kelestariannya.

Lhok Mata Ie, Ujong Pancu sangat cocok untuk teman-teman yang ingin menikmati alam bebas sambil berkemah karena letaknya tidak jauh dari pusat kota Banda Aceh serta mudah dijangkau. Ayo kabur ke gunung…!

Enjoy photo gallery I have take using android phone camera.

[nggallery id=13]