Kuil Cina

Tour memasuki hari ketiga, semakin hari keakraban antar peserta yang berbeda latar belakang ini semakin terasa dengan canda-canda yang membuat ketawa. Dari Resort world Genting kami menuju ke Air Terjun Kanching terlebih dahulu singgah di kuil Cina yang berdekatan dengan Resort World Genting.

Kuil Cina ini sendiri dibangun oleh pendiri Resort World Genting ditengah-tengah hutan dengan arsitekteur Cina. Saya berharap bisa belajar kungfu dari para sholin yang menuntut ilmu disana namun sayang harapan saya sia-sia karena tidak ada seorang biksupun yang kelihatan apalagi para sholin. Hehehe.

Saya tidak tahu banyak tentang kuil ini, disamping informasi yang tertera kebanyakan dalam bahasa Cina yang tidak saya pahami ditambah lagi tidak adanya tempat bertanya, hanya sedikit informasi yang saya dapatkan dari Kak Ning sang pemandu yang membuat perjalan jauh terasa dekat dengan leluconnya.

Selesai ambil foto dan melihat seni pahat dari patung yang ada termasuk patung Budha yang sangat besar perjalanan dilanjutkan ke Air Terjun Kancing atau masyarakat setempat menyebutnya “Hutan Lipur Kanching”. Di tempat ini katanya memiliki air terjun tujuh tingkat, namun karena keterbatasan waktu kami hanya sampai ke tingkat 3.

Alam yang masih alami, suara air, monyet-monyet mencari makan dialam bebas menjadi daya tarik untuk berkunjung kesini. Oh ya, disini kita juga bisa berkemah dialam terbuka, namun perkemahan ini cocok buat anak pramuka, kalau anda para pendaki gunung berkemah disini bagaikan tinggal dirumah karena fasilitas yang tersedia sudahlengka seperti kamar mandi dan juga ada penjual makanan.

Makan siang ditemani monyet tempatan, hahaha, lucu kedengarannya bagi orang Indonesia, namun itulah bahasa Melayu yang sedikit berbeda dengan bahasa Indonesia. Keberagaman membuat kita mengenal lebih banyak hal.

Selesai makan siang kami melanjutkan perjalanan ke Kuala Selangor untuk tinggal dirumah penduduk disana selama 1 malam. Perjalan yang lumayan jauh sedikit membosankan dan pemandangan disepanjang jalan juga tidak begitu indah, kebun kelapa sawit. Banyak peserta tertidur didalam bus, tapi saya tidak, tetap menatap keluar sambil sekali-sekali mengambil foto.

Sampai di Kuala Selangor kami disambut bagaikan tamu kehormatan dengan tarian dan suara rebana. Tari Kuda Lumping dipertontokan, saya sempat bertanya dalam hati, ini khan budaya Jawa, apakah ini yang dipeributkan selama ini antara Indonesia dan Malaysia. Terbenak dalam hati untuk tidak menulis tentang kuda lumping untuk menghindari kontrofersial.

Peserta diajarkan cara menari  Kuda Kepang

Namun setelah kami sampai dirumah salah seorang penduduk dan mendapatkan penjelasan asal usul mereka baru saya sadar, bahwa begitu banyak persamaan budaya antara Indonesia dan Malaysia karena faktor keturunan. Pak Cik Muhammed Tohid Bin Rosdi yang kakeknya berasal dari Probolinggo masih fasih berbahasa jawa dan logat jawanya masih sangat kentara saat beliau berbicara dalam bahasa melayu.

Dari segi makanan juga tidak jauh beda, malahan saya orang Aceh yang tentunya berbeda dari segi budaya denga budaya Jawa merasakan makanan yang hampir sama dari rasanya. Tidak jauh beda. Bentuk rumah, cara bercocok tanam juga dan masih banyak lagi persamaan lainya.

Ini merupakan pengalaman paling berharga bagi saya untuk bisa tinggal dengan warga Malaysia walau hanya semalam. Saya dulu tidak tahun akan persamaan ini.

Setelah makan malam kami ada satu agenda lagi yaitu melihat Kelip-kelip atau kita mengenalnya kunang-kunang. Selesai digigit nyamuk di sungai kuala selangor demi melihat kunang-kunang dengan menggunakan perahu kami kembali diajak untuk menikamti sate di Satay Hut. Wah…. makan lagi nie, gagal deh program diet saya, hahaha. Mungkin anda sudah pernah mendengar sate Kajang yang gurih itu, namun saya masih penasaran dengan sate kelinci yang pernah saya dengar dari teman yang pernah berkunjung kesana.

Selesai makan kembali ke home stay dan menikmati tidur tanpa sadarkan diri sudah pagi. Tunggu postingan hari keempat untuk petualangan yang semakin seru.

Enjoy photo gallery I have take using Pentax K-x camera

[nggallery id=10]