Simeulue is beautiful, mungkin itu kata-kata yang tepat untuk menggambarkan bagaiman keindahan alamnya. Pulau yang dikelilingi oleh samudra Hindia yang luas mebuat air laut sangat bersih dan jauh dari polusi buangan industri. Banyak tempat yang bagus untuk berselancar walau ombaknya tidak sebesar di Pulau Nias. Terletak dalam wilayah administratif provinsi Aceh, Indonesia dan terpisah dari pulau sumatra.

Pulau-pulau kecil yang mengelilinginya membuat pemandangan semakin indah, oh…. saya tidak bisa melupakan pengalaman saya pertama kali berada di Simeulue. Lobster, salah satu makanan mahal ditempat saya, namun disana anda akan bisa menikmatinya dengan puas tanpa perlu ragu akan harga yang tentunya lebih murah (berkisar Rp. 100.000 per kilogram),  namun anda jangan berharap bisa melihat lobster yang sudah masak dijual. Bila anda ingin menikmati lobster, maka belilah dari penjual sebanyak yang anda mahu lalu minta dimasak sesui selera anda. Tempat yang bagus untuk membeli lobster terletak di desa Sambai kecamatan Teluk Dalam.

Bila anda punya hobi memancing jangan lupa membawa pancing atau anda bisa membelinya disana, ikan besar bisa anda dapatkan tanpa perlu melaut, cukup dibibir pantai saja anda bisa mendapatkan ikan, Pantai Busong menjadi tempat menarik untuk memancing. Penduduk yang ramah dan multi kultur mejadi daya tarik tersendir, tak usah ragu untuk bertanya bila anda tidak tahu jalan, mereka dengan senang hati akan menjelaskan kepada anda.

Pantai-pantai yang indah bisa anda temukan di kecamatan Alavan dan Salang yang jauh dari keramaian, ambil kacamata anda lalu berjalan menelusuri pasir putih atau bermalas-malasan di atas ayunan dengan angin spoi-spoi meniub, sungguh indah untuk mendapatkan inspirasi. Bosan dengan pantai? tak ada salahnya bila anda coba untuk menelusuri perbukitan, tapi anda perlu menyewa pemandu untuk ini, saya tidak menyarankan anda untuk pergi sendirian atau kelompok bila belum tahu keadaan disana, perlu diingat hutan disana masih sangat alami.

Selain potensi alam, Adat istiadat yang tetap dipegang teguh masyarakat Simeulue bisa menjadi tontonan yang manarik seperti debus, pencak silat, Tari angguk, Tari Andalas, Nandong, Buae (menidurkan anak) yang merupakan tradisi dalam masyarakat disana.

Penginapan masih sangat terbatas, di kota Sinabang sebagai ibukota dan pusat keramaian hanya ada beberapa wisma seperti Losmen Barokah dan Losmen Simeuleu dengan harga yang terjangkau, berkisar (120.000 – 200.000). Namun ada satu penginapan yang lumayan bagus, Baneng Beach Retreat dengan harga yang tentunya lebih mahal, tergantung kodisi keuangan anda mau memilih mana.

Transportasi antar tempat bisa menggunakan becak dengan tarif berfariasi tergantung jarak tempuh. Harga mungkin sedikit mahal karena harga bensin/gesoline memang lebih mahal dibandingkan di Pulau Sumatra.

Untuk mencapai kesana ada 2 alternatif yaitu melalui laut atau udara. Melalui laut bisa dilakukan lewat pelabuhan Labuhan Haji, Aceh Selatan dengan waktu tempuh sekitar 10 jam dan biasanya kapal berangkat pada malam hari dan tidak ada jadwal setiap hari. Melalui udara bisa ditempuh lewat Banda Aceh atau Medan. Lewat medan menggunakan maskapai Susi Air dengan harga tiket sekita 600.000 – 700.000 dan biasanya 2 kali peberbangan dalam 1 hari menggunakan pesawat jenis Cesna dengan 12 penumpang. Lewat Banda Aceh bisa menggunkan maskapai Nusantara Buana Air (NBA) yang akan transit di Nagan Raya terlebih dahulu dengan jadwal 3 kali seminggu. Waktu tempuh melalui udara sekitar 1 jam lebih.

Apa yang manarik anda lakukan di Simeulue:

  • Berkunjung ke Makam Mangkudo Batu di daerah Teupah Barat, makam Tengku Di ujung di Simeulue Tengah, makam T Silaborit di Simeulue Tengah, Benteng Belanda di Teupah Selatan dan Teupah Barat, Masjid Tabusalihon di Teupah Barat.
  • Menikmati indahnya terumbu karang di Teluk Sibigo.
  • Mandi, Berjemur atau sekedar jalan-jalan di Pantai Alus-Alus dan Pulau Tampak yang dikelilingi hamparan pasir putih.
  • Memancing di Pantai Busong, dan masih banyak lagi.

Photo lain:

[nggallery id=6]