Sumber Foto: U.S. Coast Guard

Minyak bumi merupakan campuran berbagai macam zat organik, tetapi komponen pokoknya adalah hidrokarbon. Minyak bumi disebut juga minyak mineral karena diperoleh dalam bentuk campuran dengan mineral lain.

Minyak bumi tidak dihasilkan dan didapat secara langsung dari hewan atau tumbuhan, melainkan dari fosil. Karena itu, minyak bumi dikatakan sebagai salah satu dari bahan bakar fosil. Namun Beberapa ilmuwan  menyatakan bahwa minyak bumi merupakan zat abiotik, yang berarti zat ini tidak berasal dari fosil tetapi merupakan zat anorganik yang dihasilkan secara alami di dalam bumi. Namun, pandangan ini diragukan secara ilmiah karena hanya memiliki sedikit bukti yang mendukung.

Berikut ini daftar 5 tumpahan minyak terburuk dalam sejarah umat manusia:

1) 1991: 520 juta galon. Selama perang teluk pertama, Irak sengaja membuang minyak dari beberapa kapal tanker minyak untuk memperlambat gerak pasukan Amerika. Dilaporkan minyak menutupi areal 4000 mil persegi dengan ketebalan 4 inci.

2) 1980: 100 juta galon. Ketika sumur minyak meledak di Meksiko, 30.000 galon minyak tumpah setiap hari ke laut selama setahun penuh.

3) 1979: 90 juta galon.
Sebuah kapal tanker minyak Yunani bertabrakan dengan kapal lain di lepas pantai Trinidad.

4) 1994: 84 juta galon. Sebuah pipa minyak Rusia bocor selama 8 bulan sebelum Rusia memperbaikinya.

5) 1983: 80 juta galon. Setelah kapal tanker minyak bertabrakan dengan platform pengeboran minyak Teluk Persia, sumur minyak tumpah selama 7 bulan sebelum diperbaiki.

Namun tumpahan minyak yang paling terkenal adalah tumpahan Exxon Valdez dengan 11 juta galon minyak mentah tumpah kelaut di Alaska, Amirika Serikat pada 24 Maret 1989 yang mengakibatkan kerusakan kehidupan biota laut serta ikan dan satwa penghuni kawasan itu.

Bencana tumpaha minyak kini terjadi lagi, satu musibah yang dikenal dengan nama Deepwater Horizon pada tanggal 20 April lalu dimana sebuah anjungan eksplorasi minyak lepas pantai (rig) yang berada sekitar 64 km dari Louisiana, milik perusahaan Deepwater Horizon yang dikontrak oleh BP, salah satu perusahaan minyak terbesar dunia dan produsen minyak dan gas terbesar di AS, terbakar dan tenggelam ke dasar laut teluk Mexico (Gulf of Mexico) dua hari sesudahnya. Kecelakaan ini mengakibatkan 11 orang pekerja di anjungan lepas pantai tersebut terenggut nyawanya.

Bukan hanya nyawa pekerja yang hilang, serta rig seharga miliaran dollar terbenam di dasar laut, tetapi juga tumpahan minyak yang tidak dapat dicegah. Sudah hampir satu bulan sejak bencana terjadi, berbagai upaya yang dilakukan belum juga berhasil menutup retakan dari pipa bor yang pecah di dasar laut dan menghambat aliran minyak. Awalnya menurut perkiraan US Coast Guard lebih dari 5 ribu barrel minyak setiap harinya tumpah tetapi sejumlah ahli yang mempelajari video tumpahan minyak tersebut memperkirakan sekitar 20 ribu – 70 ribu barrel per hari mencemari lautan teluk Mexico. Jumlah ini bisa lebih besar 15-20% karena terdapat retakan lain pada pipa sekunder. Menurut blog Skytruth.org, hingga hari ke-26 kecelakaan ini diperkirakan sudah hampir 700 ribu barrel minyak tumpah ke laut.

Kejadian-kejadian tersebut merupakan ulah umat manusia yang rakus akan energi tak terbaharui, kosumsi energi yang tidak efisien seperti pemanfaatan kendaraan bermotor yang tidak efisien, kosumsi listrik yang berlebihan dan lainya. Kini saatnya kita berhemat bila bumi kita ingin selamat.