Husnul Zafirah terbaring lemas di ruang isolasi RSUZA Banda Aceh

Husnul Zafirah terbaring lemas di ruang isolasi RSUZA Banda Aceh

Tangan kecil itu tak henti-hentinya menggaruk kepalanya yang luka. Darah bercampur nanah keluar tanpa henti. Malah, beberapa belatung kecil seukuran ujung korek api ikut keluar dari tempurung kepala dan telinga gadis kecil yang malang itu.

Husnul Zafirah, bocah warga Gampong Bangkeh, Kecamatan Geumpang, Pidie, sejak sepekan terakhir menderita penyakit aneh. Berawal dari demam yang sangat tinggi kemudian muncul benjolan-benjolan hitam disekujur tubuhnya yang mengeluarkan darah dan nanah jika digaruk.

Jarang sekali putri ke empat Nurlela ini suhu badannya panas. Kalau pun demam, seperti setahun yang lalu, Husnul masih mampu ke sekolah

“Sekarang demamnya tinggi sekali dan tumbuh benjolan hitam,” ungkap wanita yang harus menjadi penopang hidup keluarganya sejak sang suami hilang pada masa konflik delapan tahun silam. Melihat kondisi buah hatinya yang semakin kritis, sang bunda, Nurlela, langsung membawanya ke Puskesmas Geumpang. “Sehari Husnul dirawat disana, setelah itu dirujuk ke Rumah Sakit Sigli,” ungkapnya. Berbekal kartu Askeskin, wanita itu langsung membawa anaknya ke RSU Sigli pada Selasa (20/10).“Kami orang tak punya dan korban konflik. Semua biaya Husnul saya yang tanggung sendiri.” Jelas Nurlela. Karena itulah, ia sangat mengharapkan uluran tangan dari berbagai pihak meringankan beban hidup anaknya.

Namun, akibat fasilitas RSU Sigli yang kurang memadai membuat tim dokter merujuk bocah kecil itu ke RSU Zainal Abidin, Banda Aceh.

“Luka-luka di tubuhnya telah menimbulkan belatung yang telah menjalar ke bagian kepala, telinga, serta mata. Untuk persoalan ini harus mendapat penanganan yang lebih serius, yaitu pasien perlu dirujuk ke Banda Aceh guna mendapat penanganan secepatnya apalagi kondisinya sangat kritis,” urai Suryadi Umar, dokter spesialis anak yang menangani kasus Husnul.

“Atas kebijakan Direktur RSU Sigli, pasien ini segera dirujuk ke RSUZA Banda Aceh, mengingat kondisi Husnul Zafira, sangat memprihatinkan, apalagi mereka ini tergolong keluarga yang belum beruntung (miskin),” tambahnya.

“Husnul menderita Varisela atau lebih dikenal dengan cacar air,” begitu diagnosis Suryadi untuk penyakit bocah sembilan tahun itu. “Semua penyebab nantinya akan terdeteksi baik asal muasal riwayat penyakit tersebut hingga cara penangananya apalagi nantinya di RSUZA Banda Aceh peralatannya jauh lebih canggih dibandingkan dengan kita,”urainya.

Kini Husnul Zafirah sedang terbaring tak berdaya pada ruang isolasi di kamar Seureune Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh. Dia dan keluarganya sangat mengharapkan bantuan dari kita semua untuk membantu proses penyembuhannya.

Adakah diantara kita yang ingin membantu HUSNUL?

Bagi yang ingin membantu lgsg, bisa menghubungi keluarga di ruang isolasi Seureune I RSUZA.
HP anggota keluarga : 0813.6015.1580
Bagi yang tidak berkesempatan bisa melalui rekening saya, akan saya berikan lgsg kepada keluarga di RSUZA, sy akan laporkan dgn mentracking nama2 donatur di internet banking msg2, kec. BPD Aceh.
(SMS konfirmasi 0651-7112685).

Rek Donasi tsb :
BCA : 286.121.1993, An.Zulkarnain Ali
BNI : 011.2650.918, An.Zulkarnain Ali
Mandiri : 127-00-0507252-3, An.Zulkarnain Ali
BPD Aceh : 010.02.03.591683-5, An.Zulkarnain Ali

Atau juga bisa melalui rekening Komunitas Aceh Blogger

Account Name: Perkumpulan Aceh Blogger
Account Number : 1312-01-000082-53-9
Bank Name/Address: Bank BRI KK. Unsyiah Banda Aceh

(Konfirmasi donasi khusus Rekening Komunitas Aceh Blogger ke: 08126970717)

Tautan terkait: Dara Tangse Blogs