img_4869Pasar Atjeh terletak di jantung Kota Banda Aceh bersebelahan dengan Mesjid Raya Baiturrahman yang dibangun kembali oleh JICS Jepang setalah luluh lantak diterjang gempa dan tsunami 26 Desember 2004 lalu diserahterimakan ke Pemko Banda Aceh beberapa bulan lalu, diresmikan operasionalnya, Rabu (29/4).

Pasar Atjeh yang berasitektur Aceh tersebut berada di pertapakan pasar lama di antara Jalan Perdagangan (sekarang Tgk Chik Pante Kulu) dengan Diponegoro. Pasar tersebut dibangun di atas lahan seluas 5.656 meter persegi, mampu menampung 300 pedagang, dengan rincian 297 kios dan 15 toko.

Pasar dengan tigan lantai itu dilengkapi dengan fasilitas berupa empat unit eskalator, elevator, hydrant, toilet di setiap lantai dan genset berkapasitas 300 kilovolt. Pasar ini dikelola sepenuhnya oleh pedagang.

Dari pantaun saya masih banyak kios yang belum ditempatai oleh penyewanya dan juga terlihat masing sangat kurang transaksi jual beli, hal ini dipengaruhi oleh masih minimnya pengunjung dan  juga penjual yang masih enggan untuk menempati kiosnya.

Berikut photo-photo yang berhasil saya abadikan saat jalan-jalan sore Juma’t 01 May 2004. (Sumber data Harian Serambi Indonesia)

img_4844

img_4846

img_4847

img_4849

img_4861

img_4865