Hari-hari belakangan ini aktifitas mendulang emas dari bongkahan batu di Gunong Ujeun, Krueng Sabe Aceh Jaya mulai sedikit berkurang aktifitasnya, hal ini disebabkan oleh semakin berkurangnya deposit emas yang terkandung disetiap bongkahan batu yang digali oleh masyarakat disana. Bila sebelumnya setiap karung kecil batu bisa menghasilkan 3 gram emas murni, tapi akhir-akhir ini adakalanya hanya menghasilkan 0.5 gram.

Tempat pengolahan batu menjadi emas juga semakin kurang intensitas beroprasinya, Menurut salah satu pemilikinya mereka mengalami kerugian apabila emas yang duhasilkan tidak mencapai target. Batu yang dibeli dari para penambang sekarang kadar emasnya sudah sangat kurang. Harga satu karung batu Rp. 200.000 ditambah biaya pengolahan Rp. 200.000 bila hanya menghasilkan emas 0,5 gram dengan harga jual emas yang berkisar 300.000 per gram sehingga usaha mereka mengalami rugi.

Menurut para penambang tempat biasanya mereka melakukan aktifitasnya sekarang hanya menyisakan batu yang kadar emasnya kurang, sedangkan tempat yang lebih jauh kemungkinan besar memiliki batu dengan kadar emas lebih banyak, tapi hal ini sulit dilakukan disebabkan oleh medan yang berat. Kami sanggup kesana, tapi membawa pulang batu-batu tersebut yang kami tak sanggup.

Tetapi masyarakat tetap saja melakukan penambangan dengan harapan bisa menghasilkan emas yang banyak, hal ini bisa dilihat dari jumlah kendaraan yang lalulang di sepanjang jalan menuju Gunoeng Ujeun. Menurut pantauan saya sampai jam 9 malam masih banyak penambang yang baru pulang dari gunong Ujeun, saya sendiri tidak mencapai lokasi penambangan karena faktor waktu. Padahal saya kepingin sekali menjadi penambang disana yang nantinya emas yang saya dapatkan direncanakan sebagai mahar buat melamar seorang dara Aceh, yang maharnya menggunakan mayam (1 mayam = 3gram) sebagai standar. huh…. mission failed.