Sebuah dilema dimasyarakat Aceh saat ini, mengumpulkan bantuan untuk Gaza/Palestina begitu gencar dilakukan oleh ormas Islam dan lembaga-lembaga kemahasiswaan di jalan-jalan di seantaro Aceh. Hal ini tentunya tidak ada salahnya, dan merupakan hal yang sangat wajar dilakukan, tapi kebanyakan para aktifis yang mengumpulkan dana tersebut saya melihatnya mereka melakukanya ada udang dibalik batu bukan semata kerena dorongan nilai-nilai kemanusian. 

Serambi Indonesia sebuah koran lokal saban hari menerbitkan berita tentang penyerahan bantuan untuk Palestina dari berbagai organisasi. Saya melihat ada pemutar balikan fakta disini yang dilakukan oleh organisasi yang mengumpulkan dana dari masyarakat melalui kotak amal yang tersebar disetiap persimpangan didalam kota. Saya melihat organisasi yang meyerahkan bantuanya ke harian Serambi Indonesia dengan harapan publikasi tentunya selalu mengatasnamakan bantuanya dari organisai tersebut, padahal seharunya hal itu tidak dilakukan, selayaknya dana yang terkumpul dari masyarakat pada saat diserahkan kemanapun harus membawa nama masyarakat, bukan malah membawa nama organisasi masing-masing. Permasalahan diatas sebenara nya bukan hal yang ingin saya ceritakan disini kawan…
Pengungsi suku Ruhingya Myanmar (photo Detik.com)

Pengungsi suku Rohingya yang terdampar di Sabang 7 Januari 2009 (photo : detik.com)

Masih ingat dengan kasus terdamparnya 190 manusia perahu asal suku Rohingya di Sabang pada 7 Januari lalu? Itu sudah hampir sebulan lalu kawan, mungkin sudah kawan lupakan, karena tidak penting. Tapi ada yang terbaru lagi kawan, saat tulisan ini ditulis baru saja terjadi yaitu 198 manusia perahu dari suku muslim Rohingya kembali ditemukan oleh nelayan Idi Aceh Timur (baca ini). Menurut info dari kawan-kawan wartawan kelompok ini sama dengan kelompok yang ditemukan di Sabang pada 7 Januari lalu, secara kebetulan mereka beda perahu. 

Kenapa hal ini bisa terjadi? itu kawan bisa cari tau sendiri bagaimana cerita meraka terusir dari negeri sendiri yang disebabkan oleh kejamnya junta militer myanmar ditambah lagi kebrutalan militer Thailand yang mengusir meraka kembali kelaut. Sungguh terlalu…….

Kawan…. apakah suku Rohingya ini bukan saudara kita yang seiman? sehingga kita melupakan meraka, tidak ada satu ormas pengumpul bantuan untuk Palestina yang tergerak hatinya untuk ikut mengumpulkan bantuan untuk meraka, sunggu benar pepatah mengatakan “Gajah dipelupuk mata tak nampak, tapi semut diseberang lautan bisa terlihat”, kemana hati nurani kita. Kita sibuk mendemo KFC, A&W, Pizza Hut guna memboikot produk Israel, tapi kita tidak pernah peduli dengan saudara kita yang sanngup kita jangkau dengan tangan kita lansung (baca ini kawan). Sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) People Crisis Center (PCC) melalui facebook (baca ini juga kawan) pernah mengkampanyekan pengumpulan dana dan pakaian layak pakai atau apa saja yang bisa disumbangkan untuk pengungsi rohingya di Sabang, tapi sayang respon nya sangat minim. Kita benar-benar tidak peduli…..

Melalu tulisan in saya mengajak kawan-kawan se Iman untuk tergerak hatinya melalu Aceh Blogger Community mengumpulkan dana, pakai layak pakai atau apa saja yang bisa disumbangkan atau sekurang-kurangnya memberitahukan akan hal ini kepada siapa saja, alangkah lebih baik lagi kalau kawan-kawan bisa menulis tentang pengungsi suku Rohingya asal Myanmar di blog masih-masih, sehingga nantinya akan menjadi hot issue yang tentunya semakin banyak orang tegerak hatinya untuk membantu.

Rencana Deportasi

Pemerintah Indonesia melalui departemen luar negeri (DEPLU) berencana mendeportasi mereka apabila mereka mengungsi karena faktor ekonomi, jika hal ini terjadi sama saja dengan membunuh meraka sebagai mana diakui oleh salah seorang pengungi saat di wawancarai oleh jaringan televisi Aljazera sebagai mana dikutip oleh Salah seorang pengurus partai lokal Aceh yang dipbulikasikan oleh Harian-Aceh.

Apabila hal ini terjadi nantinya saya juga mengajaka kawan-kawan untuk turun ke jalan melakukan demo ke Kantor Guberbur atau DPRD Aceh dengan harapan penderpotasian tidak dilakukan. Kenapa kita bisa demo KFC danlianya, tapi kita tak tergerak saat saudara kita akan mendapatkan masalah besar?

Buka mata hati kita kawan….. Peka terhadapa masalah-masalah sosial…….