Ilustrasi diambil dari erikjheels.com

Ilustrasi diambil dari erikjheels.com

Cybersquatting (juga dikenal sebagai domain squatting), sesuai dengan undang-undang federal Amerika Serikat yang dikenal sebagai Undang-Undang Perlindungan Konsumen Anticybersquatting, adalah mendaftar, dalam perdagangan, atau menggunakan nama domain dengan maksud jahat/tidak baik untuk keuntungan pribadi atau organisasi baik dari merek dagang milik orang lain atau personal. Cybersquatter yang kemudin  menjual domain kepada orang atau perusahaan yang memiliki merek dagang  dengan harga tinggi.

 

Istilah ini berasal dari “squatting,” yang merupakan tindakan yang menempati daerah yang ditinggalkan atau ruang kosong atau bangunan liar yang tidak memiliki pemilik, menyewa atau memiliki izin untuk digunakan. Namun cybersquatting, agak sedikit berbeda dalam hal nama domain yang sedang “squatted” yang (kadang-kadang tetapi tidak selalu) dibayar untuk melalui proses pendaftaran oleh Cybersquatters. Cybersquatters biasanya meminta harga yang jauh lebih besar dari pada harga saat mereka membelinya. Beberapa kasus cybersquatters sering kali menjelek-jelekkan atau menghina sang pemilk nama domain tersebut dengan tujuan pemilik domain mau membeli domain dari meraka. Pada kasus lainnya Cybersquatting memposting  link melalui Google, Yahoo, Ask.com dengan harapan dibayar dari iklan ke jaringan situs yang sebenarnya pengguna mungkin tdak menginginkanya, sehingga mereka Mendapatkan mendapatkan keuntungan. 

Cybersquatting merupakan salah satu istilah yang paling sering digunakan yang terkait dengan nama domain dan berhubungan dengan  kekayaan intelektual dan undang-undang yang sering salah digunakan untuk mengacu kepada penjualan atau pembelian nama domain seperti contoh.com.

 

Teknis strategi cybersquatters

Cybersquatters sering kali mendaftarkan nama domain dari merek dagang yang sudah terkenal kadang-kadang varian dari daftar nama-nama merek dagang terkenal, sebuah praktek yang dikenal sebagai typosquatting.

Strategi lain adalah dari Cybersquatting adalah dengan menggunakan software tertentu untuk mendaftarkan nama domain yang sudah habis masa berlakunya dalam waktu tertentu. Didalam aturan ICAN disebutkan bahwa Jika pemilik nama domain tidak mendaftar kembali nama domainnya sebelum kadaluwarsa, maka nama domain tersebut dapat dibeli oleh orang lain setelah kadaluarsa.  Pada saat ini pendaftaran dianggap sah. Namu demikian sering kali Cybersquatting memanfaatkan kelemahan dari sebuah perusahaan yang masih lemah dalam penggunaan teknologi internet, sehingga sering kali perusahaan tersebut melupakan hal-hal seperti domain name. 

 Namun pendekatan yang lain adalah menggunakan nama yang hampir menyerupai seperti  “nama-saya” atau “namasaya” dari orang-orang yang sudah terkenal seperti seorang ahli marketing, doctor advokat/pengacara atau profesi lainya. Dalam hal ini sering kali Cybersquatters  memanfaatkan domain tersebut sebagai sebuah website yang dirancang sehingga terlihat sepert website dari orang-orang yang sudah terkenal dengan tujuan menjual sesuatu diwebsite tersebut yang dikaitkan langsung dengan nama-nama besar tersebut atau memanfaatkan nama yang sudah kondang untuk memperkenalkan produk mereka yang serupa tapi tidak sama. Adakalanya calon client akan mencari informasi di internet tentang suatu produk terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli produk tersebut. Dalam Hal ini Cybersquatters sering kali mengancam pemilik nama domain tersebut untuk membeli dengan harga tinggi atau mereka akan menampilkan informasi untuk menjelak-jelekan indifidu teresbut seperti meng linkan ke situs porno/asisula. Sebagai contoh bisa kita melihat pada kasus WIPO Case No. D2008-1767 antara Carlos Slim dengan Ahmad Rusli  yang menggemparkan dunia, Dalam kasus ini Rusli Ahmad mengancam akan menglinkkan domain http://www.carlosslimhelu.com ke website porno apabila Carlos Slim yang notabene sebagi orang terkaya dunia no 2 versi majalah Forbes 2008  apabila Carlos Slim tidak mau membeli domain tersebut seharaga 55 juta dollar Amerika (US$) serata dengan 55 miliar rupiah lebih.

Note :

Artikel ini belum sempurna, masih perlu koreksi. Mohon kritikannya dan masukan untuk melengkapi artikel ini.