Pemilihan umum akan baru dilaksanakan pada 9 April 2009, tapi kampanye partai politik sudah dimulai jauh-jauh hari walau belum pada pengarahan massa. Jalan-jalan yang dipenuhi bendara dan spanduk partai politik dan calon legislative (caleg) berhamburan diseluruh negeri ini yang mebuat taman-taman yang indah menjadi tak menarik, inilah uforia politik 2009.

Yang sangat menarik adalah pemanfaatan dunia maya/internet sebagai ajang kampanye setalah sukses nya Obama dalam pemilu 2008 di negeri paman sam. Banyak caleg muda yang melek internet memanfaatkan facebook sebagai ajang kampanye seperti Thamrin Ananda dan Raihan dari Partai Rakyat Aceh (PRA), Taf Haikal dari Partai Amanat Nasional (PAN), Anita Roza dan Banta Syahrial dari Partai Suara Idependent Rakyat Aceh (SIRA) dan masih banyak lagi, saya hanya mengambil contoh beberapa saja yang menjadi friends saya di facebook.

Yang menjadi pertanyaan adalah seberapa efektif pemanfaatan facebook sebagai media kampanye? Saya melihat facebook saat ini sedang naik daun dan kalau boleh dikatakan mendadak terkenal, begitu banyak tokoh dan artis yang memiliki account facebook, ini sangat beda dengan Friendster  yang lebih senior dari facebook. Rata-tara yang memiliki account di facebook adalah remaja atau dalam bahasa keren anak baru gede (ABG). Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa user facebook tentunya dalah dari orang-orang yang lebih pandai dan paham tentang politik kecuali artis, ini menurut pendapat saya dari hasil analisa saya, bukan hasil penelitian.

Dengan demikian para caleg yang malakukan kampanye di facebook bahkan internet jangan berharap banyak akan dukungan apabila tidak memiliki visi dan misi yang jelas juga program yang ditawarkan, tapi juga jangan terlalu mengubar janji yang tentunya akan menyulit sang caleg sendiri apabila terpilih nantinya.

Setelah melihat dari sisi user facebook  sekarang mari kita menilai dari segi  penggunaan teknologi internet di Indonesia secara umum dan khusus nya Aceh, karena  saya menulis tulisan ini dalam kontek ke Acehan bukan secara nasional. Setalah musibah tsunami 24 desember 2004 lalu begitu banyak tenaga kerja asing yang mengadu nasib di Aceh bekerja pada berbagai NGO/LSM, kebiasaan mereka memanfaatkan internet sangat berpengaruh terhadap jumlah pengguna internet di Aceh saat ini, itu belum lagi semakin murahnya harga bandwith yang ditawarkan oleh berbagai provider seperti telkomsel flash dan Indosat M2 broom.

Namun demikian pemanfaatan teknologi internet saat ini dikalangan masyarakat Aceh baru dirasakan oleh warga kota saja belum menjamah pedesaan itupun sangat minim yang mengenal internet, menurut analisa saya tanpa adanya penilitian hanya berkisar 10%-12% masyarakat Aceh yang sudah melek internet. Dengan demikian seberapa efektifkan pemanfaatan media internet sebagai ajang kampanye menurut anda? Silahkan dicomment :p 

Note : Analisa saya ini sangat lemah, mohon kritikannya.